Shofiyah Syifa Mujahidah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Pantaskah Aku Bermimpi?

Pantaskah Aku Bermimpi?

Pantaskah Aku Bermimpi?

Oleh: Shofiyah Syifa Mujahidah

Semenjak kecil, impian itu sudah ada dalam diriku. Impian yang membuatku mati-matian berusaha menggapainya. Impian yang kelak akan membuktikan pada dunia, bahwa aku bisa.

Seberapa banyakkah orang yang bermimpi menjadi penulis hebat? Seberapa banyakkah orang yang ingin impian dan harapannya berhasil? Aku termasuk ke dalam golongan orang yang bermimpi menjadi penulis hebat. Aku menyukai beberapa penulis, baik penulis cilik maupun penulis lama. Itu menjadikanku motivasi untuk terus berusaha mengejar impian.

Aku juga ingin impianku tercapai. Aku ingin harapanku terkabulkan. Maka, mulai sejak kecil aku tanamkan dalam diriku, bahwa aku ingin menjadi penulis hebat.

Aku tidak ingin terkenal. Mengapa? Karena jika aku terkenal, takut nantinya aku akan sombong, dan aku susah mencari waktu lenggang bersama keluarga karena aku disibukkan dengan pertanyaan orang-orang. Aku hanya ingin menjadi penulis hebat, bukan penulis terkenal.

Tidak sedikit orang yang mendukung, menyemangati, dan memberi redward karena aku bersungguh-sungguh dan sudah menulis beberapa cerita. Namun, tidak sedikit juga orang yang menentang, mengejek, dan menyindir apa yang aku impikan.

Teman, aku akan bercerita sedikit-banyak mengenai perjuanganku dalam berusaha menggapai impianku ini.

Pertama, untuk menjadi penulis, kita harus membutuhkan laptop, dan mata kita harus menangkap cahaya radiasi dari layar monitor. Itu berdampak negatif dalam kesehatan. Mata kita bisa sakit, dan stamina menurun.

Oleh karena itu, kedua orangtuaku membatasi batas jam dalam menggunakan perangkat laptop dan handphone, dalam batas maksimal 3 jam. Kecuali, untuk mengembangkan minat dan bakat. Minat bakat? Iya, seperti menulis, menggambar, mengedit video, dan lain-lain.

Tentu kedua saudaraku ‘iri’ melihatku yang malam-malam masih menatap monitor laptop, sedangkan mereka sudah disuruh berhenti memainkan laptop. Aku tidak menyalahkan kedua saudaraku, karena mereka tidak tahu, kala itu aku sedang mengejar deadline mengirim naskah.

Aku tidak menyalahkan, tetapi mereka yang menyalahkanku. Sungguh, aku sebenarnya juga tidak mau berlama-lama menatap monitor, tetapi, menjadi penulis hebat terus terngiang-ngiang di benakku membuatku harus bersusah payah mengejarnya.

Kedua, laptop yang aku gunakan untuk menulis sekarang ini, adalah laptop yang dibeli Ummi pada tahun 2012, tahun di mana adik pertamaku lahir. Sudah 9 tahun ia mengabdi di keluarga kami. Kondisinya mulai melemah. Diawali saat pertama libur covid, laptop ini tiba-tiba mati ketika Ummi sedang menggunakannya. Ternyata, karena kipas di dalam laptop ini. Aku tidak terlalu mengerti apa masalahnya.

Lalu, dilanjut dengan proses menyalanya yang sangat lama. Perangkat lunaknya sudah lambat berproses, jadi butuh waktu lama untuk menyuruh laptop ini bekerja. Jadi, jika aku ingin menggunakan laptop ini, selambat-lambatnya dinyalakan 1 jam sebelum ingin digunakan. Mengapa? Karena sudah aku buktikan, selama 1 jam itu, perangkat lunaknya berproses, dan sudah bisa digunakan 1 jam kemudian.

Alhamdulillah di tahun 2021, Ummi sudah mendapat laptop yang lebih baik dari laptop ini. Jadi, laptop ini diwariskan kepadaku.

Selain menjadi penulis, aku juga mempunyai harapan. Apa harapanku sebagai Penerus Bangsa? Yap, tepat sekali. Aku ingin menjadikan Indonesia menjadi lebih baik lagi. Aku ingin menjaga Indonesia, memakmurkan Indonesia. Aku ingin mengharumkan nama Indonesia.

Apakah mimpiku terlalu jauh? Kata orang iya, tapi kataku tidak. Tidak ada kata-kata menyerah untuk menggapai impian dan harapan. Tidak ada kata-kata terlalu jauh untuk meraih impian dan harapan.

Teman, sukses selalu buat kalian yang berusaha mengejar mimpi. Teruslah semangat, hadapi rintangan, jangan mundur, dan dapatkan sesuai apa yang telah kamu usahakan. Jangan dengarkan cemoohan orang, dengarkanlah nasihat-nasihat, agar kamu nantinya tidak terjerumus kepada kesombongan.

Salam sukses.

*perangkat lunak itu sekelompok program yang memberikan instruksi kepada perangkat keras untuk membuka aplikasi.

***

Profil Penulis:

Halo Teman-teman! Namaku Shofiyah Syifa Mujahidah, biasa dipanggil Shofiyah. Lahir di Pekanbaru, 09 Oktober 2009. Aku anak dari pasangan Ummi Hikmawati Wahidah dan Abi Sony Martin. Saat ini, aku tercatat sebagai siswi MTs Al-Ittihadiyah Pekanbaru. Aku merupakan alumni MI Muhammadiyah 02 Pekanbaru, dan TKIT Al-Fikri Islamic Green School Pekanbaru. Aku mulai menulis dan mengirimkan karya di tahun 2020.

Alhamdulillah, aku sudah mempunyai beberapa buku antologi. Teman-teman bisa mengunjungi akun sasisabu http://shofiyahsyifamujahidah.sasisabu.id/ untuk melihat cerita-ceritaku (jangan lupa difollow ya teman, hehe).

Oh iya, jika ingin berkenalan lebih lanjut denganku, bisa hubungi 085609403892 (wa) dan shofiyahsyifa09@gmail.com (email). Ditunggu ya, Teman!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wah, keren teh,

14 Jan
Balas

Alhamduillah, makasihh

15 Jan

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali